1.Latar
Belakang dan Sejarah Jaringan
Pada tahun 1940-an di Amerika ada
sebuah penelitian yang ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama. Ditahun
1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer,
karena mahalnya harga perangkat komputer maka ada tuntutan sebuah komputer
mesti melayani beberapa terminal. Dari sinilah maka muncul konsep distribusi
proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System),
bentuk pertama kali jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS
beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer.
Selanjutnya
konsep ini berkembang menjadi proses distribusi (Distributed Processing).
Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar
secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri
disetiap host komputer.
Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun
dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan
jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun
komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui
komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang
dikenal dengan sebutan LAN (Local Area Network). Demikian pula ketika Internet
mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai
berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa ditingkat dunia yang disebut
dengan istilah WAN (Word Area Network).
2.Jenis-jenis
jaringan
Secara umum jaringan komputer terdiri atas lima jenis:
1. Local Area Network (LAN)
Local
Area Network (LAN), merupakan jaringan local yang digunakan oleh suatu
organisasi untuk berbagi sumber daya (resources sharing) seperti printer dan
file. LAN biasanya
dibangun dan dikelola oleh organisasi tersebut. Teknologi LAN antara lain
Ethernet, Token Ring dan FDDI.
Ciri-ciri LAN:
Ø Bekerja di area geografis yang
terbatas.
Ø Dapat digunakan multi-access
hingga high-bandwidth.
Ø Administrasi dilakukan melalui
administrator lokal.
Ø Koneksi secara Full-Time dan
langsung (Directly Connected )
Alat-alat yang umum digunakan :
2.
Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan
Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih
besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat
mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah
kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu
menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi
kabel.
3. Wide Area Network (WAN)
Wide
Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup
sebuah negara bahkan benua. WAN memungkinkan terjadinya komunikasi diantara dua
perangkat yang terpisah jarak yang sangat jauh. WAN menginterkoneksikan
beberapa LAN yang kemudian menyediakan akses ke komputer–komputer atau file
server pada lokasi lain. Beberapa teknologi WAN antara lain adalah Modem, ISDN,
DSL, Frame Relay, T1, E1, T3, E3 dan SONET.
Ciri-ciri WAN:
Ø Bekerja di area geografis yang
luas.
Ø Dapat diakses melalui Serial
Interface dengan kecepatan yang rendah.
Ø Koneksi secara Full-Time dan
Part-Time
Alat-alat yang umum digunakan :
4.
Intranet
Melibatkan jaringan LAN dan Web
Server yang terpasang pada jaringan LAN tersebut. Web Server digunakan untuk
melayani permintaan pengguna internal suatu organisasi untuk menampilkan data
dan gambar. Intranet ini mempunyai sifat tertutup yang berarti pengguna dari
luar organisasi tidak dapat mengaksesnya.
5. Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan
di dunia ini, seringkali menggunakan
perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke
jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang
terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan
yang seringkali tidak compatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan
hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna
melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat
keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan
jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.
Terdapat
pula jaringan yang lain :
1.Storage
Area Network (SAN)
SAN merupakan jaringan yang memiliki high-performance dan
digunakan untuk komunikasi data antara server dan storage resoures.
2. Virtual Private Network (VPN)
VPN merupakan private yang dibangun dan dihubungkan
didalam atau melalui public network seperti global Internet.
Dengan VPN, akses data ke jaringan pusat perusahaan dapat melalui internet
dengan cara membangun secure tunnel antara computer Client dan VPN
router di jaringan pusat perusahaan.
3.Topologi
jaringan adalah, hal
yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan,
yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat
dibagi menjadi 6 kategori utama seperti di bawah ini.
ΩTopologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi
dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang
termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Kelebihan
- Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi
jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
- Tingkat keamanan termasuk tinggi.
- Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
- Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan
dengan mudah.
- akses Kontrol terpusat.
- Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
pengelolaan jaringan.
- Paling fleksibel.
Kekurangan
- Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh
rangkaian akan berhenti.
- Boros dalam pemakaian kabel.
- HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
- terlalu penting hub sehinga ketika terdapat masalah
dengan hub maka jaringan tersebut akan down
- jaringan tergantung pada terminal pusat
- jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat
dapat menyebabkan jaringan lambat.
- biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring
ΩTopologi cincin adalah topologi
jaringan berbentuk rangkaian titik yang
masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk
jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat
terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah
jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan. Topologi ring
digunakan dalam jaringan yang memiliki performance tinggi, jaringan yang
membutuhkan bandwidth untuk fitur yang time-sensitive seperti video dan audio,
atau ketika performance dibutuhkan saat komputer yang terhubung ke jaringan
dalam jumlah yang banyak.
Kelebihan
- Hemat kabel
- Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data
(collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data
Kelemahan
- Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di
suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan.
- Pengembangan jaringan lebih kaku
- Sulit mendeteksi kerusakan
- Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur]
- Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles
ΩTopologi bus merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa
penggunaan
kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan
T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau
perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
Kesulitan utama dari penggunaan
kabel
sepaksi adalah sulit untuk mengukur apakah kabel sepaksi yang digunakan
benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur
secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang digunakan dan
kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya.
Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang
kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client
atau node.).
Pada
topologi
bus dua ujung
jaringan
harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk
memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan
kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya
dengan men tap
Ethernetnya
sepanjang kabel.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7
komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan
data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus
maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
- Teknologi lama, dihubungkan dengan satu kabel
dalam satu baris
- Tidak membutuhkan peralatan aktif untuk
menghubungkan terminal/komputer
- Sangat berpengaruh pada unjuk kerja komunikasi
antar komputer, karena hanya bisa digunakan oleh satu komputer
- Kabel “cut” dan digunakan konektor BNC tipe T
- Diujung kabel dipasang 50 ohm konektor
- Jika kabel putus maka komputer lain tidak dapat
berkomunikasi dengan lain
- Susah melakukan pelacakan masalah
- Discontinue Support.
[sunting] Keunggulan dan kelemahan
- Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan
jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah
tanpa mengganggu workstation lain.
- Hemat kabel.
- Layout kabel sederhana.
- Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat
gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami
gangguan.
- Kepadatan pada jalur lalu lintas.
- Diperlukan Repeater untuk jarak jauh.
ΩTopologi jala
Dari
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
|
|
Artikel
bertopik teknologi informasi ini perlu dirapikan agar memenuhi
standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan,
tolong hapus pesan ini.
|
Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk
hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke
perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh
setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated
links).
Dengan demikian maksimal
banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat
dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat
terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap
perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).
Berdasarkan pemahaman di atas,
dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer akan dihubungkan
dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat
berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel
koneksi, dan masing-masing komputer harus memiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4
port (lihat gambar).
Dengan bentuk hubungan seperti
itu, topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
- Hubungan dedicated
links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus
melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link
digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja
(tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
- Memiliki sifat
Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan
komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka
gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan
komputer lainnya.
- Privacy dan security
pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara
dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
- Memudahkan proses
identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar
komputer.
Meskipun demikian, topologi mesh
bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang dapat dicatat yaitu:
- Membutuhkan banyak
kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka
diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus
penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
- Hal tersebut
sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap
komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka
instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
- Banyaknya kabel yang
digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam
ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
Berdasarkan kelebihan dan
kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada komputer-komputer
utama dimana masing-masing komputer utama tersebut membentuk jaringan
tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid network).
ΩTopologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara
topologi
bintang dan
topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan
topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang
punggung atau
backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan
hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.
Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat.
Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki
yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang
rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan
jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan
komputer.
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul atau
node.
Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain
yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat
terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari
komputer dengan
node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus
melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.
Keungguluan jaringan pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu
kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh,
perusahaan
dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada
kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah,
apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok
lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja
jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.
ΩTopologi runtut
Dari
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jaringan
komputer dengan topologi
runtut (linear topology) biasa disebut dengan topologi bus beruntut,
tata letak ini termasuk tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap
titik sambungan (komputer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut
dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator).
Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector:
Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama
kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan
dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya
hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.
- Penyambung kabel BNC
digunakan untuk menghubungkan kabel ke penyambung-T.
- Penyambung-T BNC
digunakan untuk menghubungkan kabel ke komputer.
- Penyambung tabung
BNC (BNC barrel connector) digunakan untuk menyambung 2 kabel BNC.
- Penamat BNC
digunakan ntuk menandai akhir dari topologi bus.
[sunting] Keuntungan
dan kerugian topologi bus beruntut
- Keuntungan, hemat
kabel, tata letak kabel sederhana, mudah dikembangkan, tidak butuh kendali
pusat, dan penambahan maupun pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa
mengganggu operasi yang berjalan.
- Kerugian, deteksi
dan isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan lalu lintas tinggi, keamanan
data kurang terjamin, kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah,
dan diperlukan pengulang (repeater) untuk jarak jauh.
Setiap jenis topologi di
atas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan topologi
jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna.
Topologi-topologi ini sering kita temui di kehidupan sehari-hari, namun kita
tak menyadarinya. Topologi pertama yang digunakan adalah topologi bus. Semua
Topologi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri
4.type jaringan
Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer, Software
dan perangkat jarinagn lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu
tujuan yang sama.
Tujuan dari jaringan komputer
adalah:
- Membagi sumber daya: contohnya
berbagi pemakaian Printer, CPU, Memory,
Harddisk.
- Komunikasi: contohnya surat electronik, instant
massagin, chatting
- Akses informasi: contohnya
web browsing
Sekarang kita kembali ke Laptop,
hehehe. Maksud saya kembali ke Materi. Type Jaringan terkait erat dengan sistem
operasi jaringan. Ada dua type
jaringan, yaitu client-server dan
type jaringan peer to peer.
a) Jaringan Client-Server
Server adalah komputer yang
menyediakan fasilitas bagi komputerkomputer
lain di dalam jaringan dan client
adalah komputer-komputer
yang menerima atau menggunakan
fasilitas yang disediakan oleh server.
Server di jaringan tipe
client-server disebut dengan Dedicated Server
karena murni berperan sebagai server
yang menyediakan fasilitas kepada
workstation dan server tersebut
tidak dapat berperan sebagai
workstation.
Keunggulan
• Kecepatan akses lebih tinggi
karena penyediaan fasilitas jaringan dan
pengelolaannya dilakukan secara
khusus oleh satu komputer (server)
yang tidak dibebani dengan tugas
lain seperti sebagai workstation.
• Sistem keamanan dan administrasi
jaringan lebih baik, karena
terdapat sebuah komputer yang
bertugas sebagai administrator
jaringan, yang mengelola
administrasi dan sistem keamanan jaringan.
• Sistem backup data lebih baik,
karena pada jaringan client-server
backup dilakukan terpusat di server,
yang akan membackup seluruh
data yang digunakan di dalam
jaringan.
Kelemahan
• Biaya operasional relatif lebih
mahal.
• Diperlukan adanya satu komputer
khusus yang berkemampuan lebih
untuk ditugaskan sebagai server.
• Kelangsungan jaringan sangat
tergantung pada server. Bila server
mengalami gangguan maka secara
keseluruhan jaringan akan
terganggu.
b) Jaringan Peer To Peer
Bila ditinjau dari peran server di
kedua tipe jaringan tersebut, maka
server di jaringan tipe peer to peer
diistilahkan non-dedicated server,
karena server tidak berperan sebagai
server murni melainkan sekaligus
dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan
• Antar komputer dalam jaringan
dapat saling berbagi-pakai fasilitas
yang dimilikinya seperti: harddisk,
drive, fax/modem, printer.
• Biaya operasional relatif lebih
murah dibandingkan dengan tipe
jaringan client-server, salah
satunya karena tidak memerlukan adanya
server yang memiliki kemampuan
khusus untuk mengorganisasikan
dan menyediakan fasilitas jaringan.
• Kelangsungan kerja jaringan tidak
tergantung pada satu server.
Sehingga bila salah satu
komputer/peer mati atau rusak, jaringan
secara keseluruhan tidak akan
mengalami gangguan.
Kelemahan
• Troubleshooting jaringan relatif
lebih sulit, karena pada jaringan tipe
peer to peer setiap komputer
dimungkinkan untuk terlibat dalam
komunikasi yang ada. Di jaringan
client-server, komunikasi adalah
antara server dengan workstation.
• Unjuk kerja lebih rendah
dibandingkan dengan jaringan client-server,
karena setiap komputer/peer
disamping harus mengelola pemakaian
fasilitas jaringan juga harus
mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
• Sistem keamanan jaringan
ditentukan oleh masing-masing user
dengan mengatur keamanan
masing-masing fasilitas yang dimiliki.
• Karena data jaringan tersebar di
masing-masing komputer dalam
jaringan, maka backup harus
dilakukan oleh masing-masing komputer
tersebut.
5.Pengertian Protokol
Jaringan Dan Jenis-Jenis Protokol Jaringan
Protokol Jaringan
Komputer
protokol jaringan komputer
Protokol Jaringan adalah
perangkat aturan yang digunakan dalam jaringan,
Protokol adalah
aturan main yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer di dalam sebuah
jaringan sehingga komputer-komputer anggota jaringan dan komputer berbeda
platform dapat saling berkomunikasi. semua
jenis-jenis jaringan komputer menggunakan protokol.
Aturan-aturan
Protokol adalahtermasuk di dalamnya petunjuk yang
berlaku bagi cara-cara atau metode mengakses sebuah jaringan, topologi fisik,
tipe-tipe kabel dan kecepatan transfer data.
Berikut adalah Jenis-Jenis Protocol
Jaringan komputer:
- Ethernet
- Local Talk
- Token Ring
- FDDI
- ATM
Protokol
Jaringan Ethernet
Protocol Ethernet adalah yang paling banyak
digunakan sejauh ini, metode akses digunakan Ethernet disebut CSMA/CD (Carrier
Sense Multiple Access/Collision Detection). Sistem ini menjelaskan bahwa setiap
komputer memperhatikan ke dalam kabel dari network sebelum mengirimkan sesuatu
ke dalamnya. Jika dalam jaringan tidak ada aktifitas atau bersih komputer akan
mentransmisikan data, jika ada transmisi lain di dalam kabel, komputer akan
menunggu dan akan mencoba kembali transmisi jika jaringan telah bersih.
kadangkala dua buah komputer melakukan transmisi pada saat yang sama, ketika
hal ini terjadi, masing-masing komputer akan mundur dan akan menunggu
kesempatan secara acak untuk mentransmisikan data kembali. metode ini dikenal
dengan koalisi, dan tidak akan berpengaruh pada kecepatan transmisi dari
network.
Protokol Ethernet dapat
digunakan pada
topologi jaringan komputer model Garis lurus, Bintang, atau
Pohon. Data dapat ditransmisikan melewati kabel twisted pair, koaksial, ataupun
kabel fiber optic pada 10 Mbps adalah spesifikasi kecepatan
Protokol
jaringan ethernet
6.Alamat IP (
Internet Protocol Address atau sering disingkat
IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai
alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan
Internet.
Panjang dari angka ini adalah
32-bit (untuk
IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk
IPv6 atau IP versi 6)
yang menunjukkan alamat dari
komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis
TCP/IP.
Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
1.Alamat IP versi 4
|
|
Lapisan
|
Protokol
|
|
|
FTP, HTTP, IMAP, IRC, NNTP, POP3, SIP, SMTP, SNMP, SSH, Telnet, BitTorrent,
Websphere MQ, ...
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4)
adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol
jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan
secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih
tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan
dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga
nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana
nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296
host, bila host yang ada di seluruh dunia melebihi kuota tersebut maka
dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.
[sunting] Representasi
alamat
Alamat IP versi 4 umumnya
diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation),
yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa
buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet
berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255
(meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).
Alamat IP yang dimiliki oleh
sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke
dalam dua buah bagian, yakni:
- Network Identifier/NetID atau Network
Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk
mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama
dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan
oleh router IP. Meskipun demikian, ada
beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah
segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang
disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah
jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier
yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah
Internetwork. Jika semua node di
dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan
network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing
error.
Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
- Host Identifier/HostID atau Host
address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan
alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang
berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host
identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di
dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.
[sunting] Jenis-jenis
alamat
Alamat IPv4 terbagi menjadi
beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
- Alamat Unicast, merupakan alamat
IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke
sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam
komunikasi point-to-point atau one-to-one.
- Alamat Broadcast, merupakan alamat
IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen
jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
- Alamat Multicast, merupakan alamat
IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen
jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam
komunikasi one-to-many.
[sunting] Kelas-kelas
alamat
Dalam RFC 791, alamat IP
versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti
terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah
pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order
bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan
menggunakan representasi desimal.
Kelas Alamat IP
|
|
|
Digunakan oleh
|
Kelas A
|
1–126
|
0xxx xxxx
|
Alamat unicast
untuk jaringan skala besar
|
Kelas B
|
128–191
|
10xx xxxx
|
Alamat unicast
untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
|
Kelas C
|
192–223
|
110x xxxx
|
Alamat unicast
untuk jaringan skala kecil
|
Kelas D
|
224–239
|
1110 xxxx
|
Alamat multicast
(bukan alamat unicast)
|
Kelas E
|
240–255
|
1111 xxxx
|
Direservasikan;umumnya
digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)
|
Alamat-alamat kelas A diberikan
untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A
selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi
oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau
tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan
kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya.
Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess
Communication (IPC) di
dalam mesin yang bersangkutan.
Alamat-alamat kelas B dikhususkan
untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam
oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk
melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier.
16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier.
Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap
network-nya.
Alamat IP kelas C digunakan untuk
jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C
selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi
tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit
sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier.
Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk
setiap network-nya.
Alamat IP kelas D disediakan
hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga
kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke
bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang
dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini,
lihat pada bagian Alamat Multicast
IPv4.
Alamat IP kelas E disediakan
sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan
dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset
kepada bilangan biner 1111.
28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali
host.
Kelas Alamat
|
Nilai oktet pertama
|
Bagian untuk Network Identifier
|
Bagian untuk Host Identifier
|
Jumlah jaringan maksimum
|
Jumlah host dalam satu
jaringan maksimum
|
Kelas A
|
1–126
|
W
|
X.Y.Z
|
126
|
16,777,214
|
Kelas B
|
128–191
|
W.X
|
Y.Z
|
16,384
|
65,534
|
Kelas C
|
192–223
|
W.X.Y
|
Z
|
2,097,152
|
254
|
Kelas D
|
224-239
|
Multicast
IP Address
|
Multicast
IP Address
|
Multicast
IP Address
|
Multicast
IP Address
|
Kelas E
|
240-255
|
Dicadangkan;
eksperimen
|
Dicadangkan;
eksperimen
|
Dicadangkan;
eksperimen
|
Dicadangkan;
eksperimen
|
Catatan: Penggunaan kelas alamat IP sekarang
tidak relevan lagi, mengingat sekarang alamat IP sudah tidak menggunakan kelas
alamat lagi. Pengemban otoritas Internet telah melihat dengan jelas bahwa
alamat yang dibagi ke dalam kelas-kelas seperti di atas sudah tidak mencukupi
kebutuhan yang ada saat ini, di saat penggunaan Internet yang semakin meluas.
Alamat IPv6 yang baru sekarang tidak menggunakan kelas-kelas seperti alamat
IPv4. Alamat yang dibuat tanpa memedulikan kelas disebut juga dengan classless
address.
[sunting] Alamat Unicast
Setiap antarmuka jaringan yang
menggunakan protokol TCP/IP harus diidentifikasikan dengan menggunakan sebuah
alamat logis yang unik, yang disebut dengan alamat unicast (unicast address).
Alamat unicast disebut sebagai alamat logis karena alamat ini merupakan alamat
yang diterapkan pada lapisan
jaringan dalam DARPA Reference Model dan tidak memiliki relasi yang langsung dengan alamat yang digunakan pada lapisan
antarmuka jaringan dalam DARPA Reference Model. Sebagai contoh, alamat unicast dapat
ditetapkan ke sebuah host dengan antarmuka jaringan dengan teknologi Ethernet, yang memiliki alamat MAC sepanjang 48-bit.
Alamat unicast inilah yang
harus digunakan oleh semua host TCP/IP agar dapat saling terhubung. Komponen alamat ini terbagi menjadi dua
jenis, yakni alamat host (host identifier) dan alamat jaringan (network
identifier).
Alamat unicast menggunakan
kelas A, B, dan C dari kelas-kelas alamat IP yang telah disebutkan sebelumnya,
sehingga ruang alamatnya adalah dari 1.x.y.z hingga 223.x.y.z. Sebuah
alamat unicast dibedakan dengan alamat lainnya dengan menggunakan skema subnet mask.
[sunting] Jenis-jenis
alamat unicast
Jika ada sebuah intranet tidak yang terkoneksi ke Internet, semua alamat IP dalam ruangan kelas alamat unicast dapat digunakan. Jika
koneksi dilakukan secara langsung (dengan menggunakan teknik routing)
atau secara tidak langsung (dengan menggunakan proxy server), maka ada
dua jenis alamat yang dapat digunakan di dalam Internet, yaitu public address (alamat publik) dan private address
(alamat pribadi).
[sunting] Alamat publik
alamat publik adalah
alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi
beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak
ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah
terhubung ke Internet.
Ketika beberapa alamat publik
telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat
mencapai lokasinya. Di Internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan
dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan Internet.
[sunting] Alamat ilegal
Intranet-intranet pribadi yang tidak memiliki kemauan untuk
mengoneksikan intranetnya ke Internet dapat memilih alamat apapun yang mereka
mau, meskipun menggunakan alamat publik yang telah ditetapkan oleh InterNIC. Jika sebuah
organisasi selanjutnya memutuskan untuk menghubungkan intranetnya ke Internet, skema alamat yang digunakannya mungkin dapat mengandung alamat-alamat
yang mungkin telah ditetapkan oleh InterNIC atau
organisasi lainnya. Alamat-alamat tersebut dapat menjadi konflik antara satu
dan lainnya, sehingga disebut juga dengan illegal address, yang tidak
dapat dihubungi oleh host lainnya.
[sunting] Alamat Privat
Setiap node IP membutuhkan sebuah
alamat IP yang secara global unik terhadap Internetwork IP. Pada kasus
Internet, setiap node di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke Internet akan membutuhkan sebuah alamat yang unik secara global terhadap Internet.
Karena perkembangan Internet yang sangat amat pesat, organisasi-organisasi yang
menghubungkan intranet miliknya ke Internet membutuhkan sebuah
alamat publik untuk setiap node di dalam intranet miliknya
tersebut. Tentu saja, hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik
secara global.
Ketika menganalisis kebutuhan
pengalamatan yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi, para desainer Internet
memiliki pemikiran yaitu bagi kebanyakan organisasi, kebanyakan host di dalam
intranet organisasi tersebut tidak harus terhubung secara langsung ke Internet.
Host-host yang membutuhkan sekumpulan layanan Internet, seperti halnya akses
terhadap web atau e-mail, biasanya mengakses layanan Internet tersebut
melalui gateway yang berjalan di atas lapisan aplikasi seperti proxy server atau e-mail server.
Hasilnya, kebanyakan organisasi hanya membutuhkan alamat publik dalam jumlah
sedikit saja yang nantinya digunakan oleh node-node tersebut (hanya
untuk proxy, router, firewall, atau translator alamat jaringan) yang terhubung secara langsung ke Internet.
Untuk host-host di dalam
sebuah organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke Internet,
alamat-alamat IP yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah ditetapkan
mutlak dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para desainer
Internet mereservasikan sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian tersebut
sebagai ruangan alamat pribadi. Sebuah alamat IP yang berada di dalam ruangan
alamat pribadi tidak akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat IP
yang berada di dalam ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat
pribadi atau Private Address. Karena di antara ruangan alamat publik
dan ruangan alamat pribadi tidak saling melakukan overlapping, maka
alamat pribadi tidak akan menduplikasi alamat publik, dan tidak pula
sebaliknya. Sebuah jaringan yang menggunakan alamat IP privat disebut juga
dengan jaringan privat atau private network.
Ruangan alamat pribadi yang
ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok alamat berikut:
- 10.0.0.0/8
- 172.16.0.0/12
- 192.168.0.0/16
Sementara itu ada juga sebuah
ruang alamat yang digunakan untuk alamat IP privat dalam beberapa sistem
operasi:
Jaringan pribadi (private
network) 10.0.0.0/8 merupakan sebuah network identifier kelas
A yang mengizinkan alamat IP yang valid dari 10.0.0.1 hingga 10.255.255.254.
Jaringan pribadi 10.0.0.0/8 memiliki 24 bit host yang dapat digunakan
untuk skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat.
[sunting] 172.16.0.0/12
Jaringan pribadi 172.16.0.0/12
dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 16 network identifier kelas B
atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 20 bit yang dapat ditetapkan
sebagai host identifier, yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat. Alamat
jaringan privat 172.16.0.0/12 mengizinkan alamat-alamat IP yang valid
dari 172.16.0.1 hingga 172.31.255.254.
[sunting] 192.168.0.0/16
Jaringan pribadi 192.168.0.0/16
dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 256 network identifier kelas
C atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 16 bit yang dapat ditetapkan
sebagai host identifier yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting apapun di dalam sebuah organisasi privat. Alamat
jaringan privat 192.168.0.0/16 dapat mendukung alamat-alamat IP yang
valid dari 192.168.0.1 hingga 192.168.255.254.
[sunting] 169.254.0.0/16
Alamat jaringan ini dapat
digunakan sebagai alamat privat karena memang IANA mengalokasikan untuk tidak menggunakannya. Alamat IP yang mungkin dalam
ruang alamat ini adalah 169.254.0.1 hingga 169.254.255.254,
dengan alamat subnet mask 255.255.0.0. Alamat ini digunakan sebagai
alamat IP privat otomatis (dalam Windows, disebut dengan Automatic Private
Internet Protocol Addressing (APIPA)).
Hasil dari penggunaan
alamat-alamat privat ini oleh banyak organisasi adalah menghindari kehabisan
dari alamat publik, mengingat pertumbuhan Internet yang sangat pesat.
Ruang alamat
|
Dari alamat
|
Sampai alamat
|
Keterangan
|
010.000.000.000/8
|
010.000.000.001
|
010.255.255.254
|
Ruang
alamat privat yang sangat besar (mereservaskan kelas A untuk digunakan)
|
172.016.000.000/12
|
172.016.000.001
|
172.031.255.254
|
Ruang
alamat privat yang besar (digunakan untuk jaringan menengah hingga besar)
|
192.168.000.000/16
|
192.168.000.001
|
192.168.255.254
|
Ruang
alamat privat yang cukup besar (digunakan untuk jaringan kecil hingga besar)
|
169.254.000.000/16
|
169.254.000.001
|
169.254.255.254
|
Digunakan
oleh fitur Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA)
dalam beberapa sistem operasi.
|
Karena alamat-alamat IP di dalam
ruangan alamat pribadi tidak akan ditetapkan oleh Internet Network Information Center (InterNIC) (atau badan lainnya yang memiliki otoritas)
sebagai alamat publik, maka tidak akan pernah ada rute yang menuju ke
alamat-alamat pribadi tersebut di dalam router Internet. Kompensasinya, alamat
pribadi tidak dapat dijangkau dari Internet. Oleh karena itu, semua lalu lintas
dari sebuah host yang menggunakan sebuah alamat pribadi harus mengirim request
tersebut ke sebuah gateway (seperti halnya proxy server), yang memiliki sebuah alamat publik yang valid,
atau memiliki alamat pribadi yang telah ditranslasikan ke dalam sebuah alamat
IP publik yang valid dengan menggunakan Network Address Translator (NAT) sebelum dikirimkan ke Internet.
[sunting] Alamat Multicast
Alamat IP Multicast (Multicast
IP Address) adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu paket
kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki alamat multicast IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah
alamat multicast akan diteruskan oleh router ke subjaringan di mana terdapat host-host yang sedang berada dalam kondisi
"listening" terhadap lalu lintas jaringan yang dikirimkan ke
alamat multicast tersebut. Dengan cara ini, alamat multicast pun menjadi
cara yang efisien untuk mengirimkan paket data dari satu sumber ke beberapa
tujuan untuk beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan dalam RFC 1112.
Alamat-alamat multicast IPv4
didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4, yang
berkisar dari 224.0.0.0 hingga 224.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24
(dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena
dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal.
Daftar alamat multicast
yang ditetapkan oleh IANA dapat dilihat pada situs IANA.
[sunting] Alamat Broadcast
Alamat broadcast untuk IP
versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data
"satu-untuk-semua". Jika sebuah host pengirim yang hendak
mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node
yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut
dan memprosesnya. Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP
multicast, alamat IP broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat
tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber.
Ada empat buah jenis alamat IP
broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed
broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast
tersebut, paket IP broadcast akan dialamatkan kepada lapisan
antarmuka jaringan dengan
menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka
jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan
dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.
[sunting] Network Broadcast
Alamat network broadcast
IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host
menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful).
Contohnya adalah, dalam NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya
adalah 131.107.255.255. Alamat network broadcast digunakan untuk
mengirimkan sebuah paket untuk semua host yang terdapat di dalam sebuah
jaringan yang berbasis kelas. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan
dengan alamat network broadcast.
[sunting] Subnet broadcast
Alamat subnet broadcast
adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi
1 dalam sebuah alamat yang tidak menggunakan kelas (classless). Sebagai
contoh, dalam NetID 131.107.26.0/24, alamat broadcast-nya adalah
131.107.26.255. Alamat subnet broadcast digunakan untuk mengirimkan
paket ke semua host dalam sebuah jaringan yang telah dibagi dengan cara subnetting,
atau supernetting. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang
ditujukan dengan alamat subnet broadcast.
Alamat subnet broadcast
tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas alamat IP,
sementara itu, alamat network broadcast tidak terdapat di dalam sebuah
jaringan yang tidak menggunakan kelas alamat IP.
[sunting] All-subnets-directed broadcast
Alamat IP ini adalah alamat
broadcast yang dibentuk dengan mengeset semua bit-bit network identifier
yang asli yang berbasis kelas menjadi 1 untuk sebuah jaringan dengan alamat tak
berkelas (classless). Sebuah paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini akan disampaikan
ke semua host dalam semua subnet yang dibentuk dari network
identifer yang berbasis kelas yang asli. Contoh untuk alamat ini adalah
untuk sebuah network identifier 131.107.26.0/24, alamat all-subnets-directed
broadcast untuknya adalah 131.107.255.255. Dengan kata lain, alamat
ini adalah alamat jaringan broadcast dari network identifier
alamat berbasis kelas yang asli. Dalam contoh di atas, alamat 131.107.26.0/24
yang merupakan alamat kelas B, yang secara default memiliki network
identifer 16, maka alamatnya adalah 131.107.255.255.
Semua host dari sebuah jaringan
dengan alamat tidak berkelas akan menengarkan dan memproses paket-paket yang
dialamatkan ke alamat ini. RFC 922
mengharuskan router IP untuk meneruskan paket yang di-broadcast ke alamat ini
ke semua subnet dalam jaringan berkelas yang asli. Meskipun demikian,
hal ini belum banyak diimplementasikan.
Dengan banyaknya alamat network
identifier yang tidak berkelas, maka alamat ini pun tidak relevan lagi
dengan perkembangan jaringan. Menurut RFC 1812, penggunaan
alamat jenis ini telah ditinggalkan.
[sunting] Limited broadcast
Alamat ini adalah alamat yang
dibentuk dengan mengeset semua 32 bit alamat IP versi 4 menjadi 1
(11111111111111111111111111111111 atau 255.255.255.255). Alamat ini digunakan
ketika sebuah node IP harus melakukan penyampaian data secara one-to-everyone
di dalam sebuah jaringan
lokal tetapi ia belum
mengetahui network identifier-nya. Contoh penggunaanya adalah ketika
proses konfigurasi alamat secara otomatis dengan menggunakan Boot Protocol (BOOTP) atau Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Sebagai contoh, dengan DHCP, sebuah klien DHCP harus menggunakan alamat ini untuk semua lalu
lintas yang dikirimkan hingga server DHCP memberikan sewaan alamat IP kepadanya.
Semua host, yang berbasis
kelas atau tanpa kelas akan mendengarkan dan memproses paket jaringan yang
dialamatkan ke alamat ini. Meskipun kelihatannya dengan menggunakan alamat ini,
paket
jaringan akan dikirimkan
ke semua node di dalam semua jaringan, ternyata hal ini hanya terjadi di
dalam jaringan lokal saja, dan tidak akan pernah diteruskan oleh router
IP, mengingat paket data dibatasi saja hanya dalam segmen jaringan lokal saja.
Karenanya, alamat ini disebut sebagai limited broadcast.
Alamat IP versi 6
Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6)
adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol
jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol
Internet versi 6. Panjang
totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4
x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IPv6
adalah 21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a.
[sunting] Selayang
pandang
Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total
alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6
memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar,
pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi,
sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.
IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga
2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar
ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga
beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun
secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel
routing.
Sama seperti halnya IPv4, IPv6
juga mengizinkan adanya DHCPv6 Server sebagai pengelola alamat. Jika
dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka
dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful
address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP
Server dinamakan dengan stateless address configuration.
Seperti halnya IPv4 yang
menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat
jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host,
dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi
akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format
Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format
Prefix.
[sunting] Format
Alamat
Dalam IPv6, alamat 128-bit akan
dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam
bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal
tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi
yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format,
berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.
Berikut ini adalah contoh alamat
IPv6 dalam bentuk bilangan biner:
0010000111011010000000001101001100000000000000000010111100111011000000101010101000000000
1111111111111110001010001001110001011010
Untuk menerjemahkannya ke dalam
bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas dibagi
ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:
0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010
0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010
Lalu, setiap blok berukuran
16-bit tersebut dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan
heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil
konversinya adalah sebagai berikut:
21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a
[sunting] Penyederhanaan
bentuk alamat
Alamat di atas juga dapat
disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal setiap
blok yang berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan
membuang angka 0, alamat di atas disederhanakan menjadi:
21da:d3:0:2f3b:2aa:ff:fe28:9c5a
Konvensi pengalamatan IPv6 juga
mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni dengan membuang banyak
karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0-nya. Jika sebuah
alamat IPv6 yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format
mengandung beberapa blok 16-bit dengan angka 0, maka alamat
tersebut dapat disederhanakan dengan menggunakan tanda dua buah titik dua (:). Untuk
menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini hanya bisa
digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya
pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang
direpresentasikan oleh setiap tanda dua titik dua (:) yang
terdapat dalam alamat tersebut. Tabel berikut mengilustrasikan cara penggunaan
hal ini.
Alamat asli
|
Alamat asli yang disederhanakan
|
Alamat setelah dikompres
|
fe80:0000:0000:0000:02aa:00ff:fe9a:4ca2
|
fe80:0:0:0:2aa:ff:fe9a:4ca2
|
fe80::2aa:ff:fe9a:4ca2
|
ff02:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0002
|
ff02:0:0:0:0:0:0:2
|
ff02::2
|
[sunting] Format
Prefix
Dalam IPv4, sebuah alamat dalam notasi
dotted-decimal format dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks
yang merujuk kepada subnet mask. IPv6 juga memiliki angka prefiks, tapi
tidak didugnakan untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak
mendukung subnet mask.
Prefiks adalah sebuah bagian dari
alamat IP, di mana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit-bit
tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan
dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka
panjang prefiks]. Panjang prefiks menentukan jumlah bit terbesar paling
kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6
dapat direpresentasikan sebagai berikut:
3ffe:2900:d005:f28b::/64
Pada contoh di atas, 64 bit
pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit
sisanya dianggap sebagai interface ID.
[sunting] Jenis-jenis
Alamat IPv6
IPv6 mendukung beberapa jenis format
prefix, yakni sebagai berikut:
- Alamat Unicast, yang menyediakan
komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host
dalam sebuah jaringan.
- Alamat Multicast, yang menyediakan
metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang
berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi
one-to-many.
- Alamat Anycast, yang menyediakan metode
penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat
ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga
digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan
diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host
biasa.
Jika dilihat dari cakupan
alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi alamat-alamat berikut:
- Link-Local, merupakan sebuah
jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi
dengan komputer lainnya dalam satu subnet.
- Site-Local, merupakan sebuah
jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi
dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet.
- Global Address, merupakan sebuah
jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi
dengan komputer lainnya dalam Internet berbasis IPv6.
Sementara itu, cakupan alamat multicast
dimasukkan ke dalam struktur alamat.
[sunting] Unicast Address
Alamat IPv6 unicast dapat
diimplementasikan dalam berbagai jenis alamat, yakni:
- Alamat unicast
global
- Alamat unicast
site-local
- Alamat unicast
link-local
- Alamat unicast yang
belum ditentukan (unicast unspecified address)
- Alamat unicast
loopback
- Alamat unicast 6to4
- Alamat unicast
ISATAP
[sunting] Unicast global addresses
Alamat unicast global IPv6
mirip dengan alamat publik dalam alamat IPv4. Dikenal juga sebagai Aggregatable
Global Unicast Address. Seperti halnya alamat publik IPv4 yang dapat
secara global dirujuk oleh host-host di Internet dengan menggunakan proses routing, alamat ini juga mengimplementasikan hal serupa. Struktur alamat IPv6 unicast
global terbagi menjadi topologi tiga level (Public, Site, dan
Node).
Field
|
Panjang
|
Keterangan
|
001
|
3 bit
|
Berfungsi
sebagai tanda pengenal alamat, bahwa alamat ini adalah sebuah alamat IPv6
Unicast Global.
|
Top Level
Aggregation Identifier (TLA ID)
|
13 bit
|
|
Res
|
8 bit
|
Direservasikan
untuk penggunaan pada masa yang akan datang (mungkin untuk memperluas TLA
ID atau NLA ID).
|
Next Level
Aggregation Identifier (NLA ID)
|
24 bit
|
Berfungsi
sebagai tanda pengenal milik situs (site) kustomer tertentu.
|
Site Level
Aggregation Identifier (SLA ID)
|
16 bit
|
Mengizinkan
hingga 65536 (216) subnet dalam sebuah situs individu. SLA ID
ditetapkan di dalam sebuah site. ISP tidak dapat mengubah bagian
alamat ini.
|
Interface
ID
|
64 bit
|
Berfungsi
sebagai alamat dari sebuah node dalam subnet yang spesifik (yang ditentukan
oleh SLA ID).
|
[sunting] Unicast site-local addresses
Alamat unicast site-local IPv6
mirip dengan alamat privat dalam IPv4. Ruang lingkup dari sebuah alamat
terdapat pada Internetwork dalam sebuah site milik sebuah organisasi.
Penggunaan alamat unicast global dan unicast site-local dalam
sebuah jaringan adalah mungkin dilakukan. Prefiks yang digunakan oleh alamat
ini adalah FEC0::/48.
Field
|
Panjang
|
Keterangan
|
111111101100000000000000000000000000000000000000
|
48 bit
|
Nilai
ketetapan alamat unicast site-local
|
Subnet
Identifier
|
16 bit
|
Mengizinkan
hingga 65536 (216) subnet dalam sebuah struktur subnet datar.
Administrator juga dapat membagi bit-bit yang yang memiliki nilai tinggi
(high-order bit) untuk membuat sebuah infrastruktur routing hierarkis.
|
Interface
Identifier
|
64 bit
|
Berfungsi
sebagai alamat dari sebuah node dalam subnet yang spesifik.
|
[sunting] Unicast link-local address
Alamat unicast link-local adalah
alamat yang digunakan oleh host-host dalam subnet yang sama. Alamat ini
mirip dengan konfigurasi APIPA (Automatic Private
Internet Protocol Addressing) dalam sistem
operasi Microsoft Windows XP ke atas. host-host yang berada di
dalam subnet yang sama akan
menggunakan alamat-alamat ini secara otomatis agar dapat berkomunikasi. Alamat
ini juga memiliki fungsi resolusi alamat, yang disebut dengan Neighbor
Discovery. Prefiks
alamat yang digunakan oleh jenis alamat ini adalah fe80::/64.
Field
|
Panjang
|
Keterangan
|
1111111010000000000000000000000000000000000000000000000000000000
|
64 bit
|
Berfungsi
sebagai tanda pengenal alamat unicast link-local.
|
Interface
ID
|
64 bit
|
Berfungsi
sebagai alamat dari sebuah node dalam subnet yang spesifik.
|
[sunting] Unicast unspecified address
Alamat unicast yang belum
ditentukan adalah alamat yang belum ditentukan oleh seorang administrator atau
tidak menemukan sebuah DHCP Server untuk meminta alamat. Alamat ini sama dengan
alamat IPv4 yang belum ditentukan, yakni 0.0.0.0. Nilai
alamat ini dalam IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:0 atau dapat disingkat menjadi dua titik
dua (::).
[sunting] Unicast Loopback Address
Alamat unicast loopback
adalah sebuah alamat yang digunakan untuk mekanisme interprocess
communication (IPC) dalam
sebuah host. Dalam IPv4, alamat yang ditetapkan adalah 127.0.0.1,
sementara dalam IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:1, atau ::1.
[sunting] Unicast 6to4 Address
Alamat unicast 6to4 adalah
alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam Internet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi. Alamat ini sering digunakan sebagai
pengganti alamat publik IPv4. Alamat ini aslinya menggunakan prefiks alamat 2002::/16, dengan
tambahan 32 bit dari alamat publik IPv4 untuk membuat sebuah prefiks dengan
panjang 48-bit, dengan format 2002:WWXX:YYZZ::/48, di mana WWXX dan YYZZ adalah
representasi dalam notasi colon-decimal format dari notasi dotted-decimal
format w.x.y.z dari alamat publik IPv4. Sebagai contoh
alamat IPv4 157.60.91.123 diterjemahkan menjadi alamat IPv6 2002:9d3c:5b7b::/48.
Meskipun demikian, alamat ini
sering ditulis dalam format IPv6 Unicast global address, yakni 2002:WWXX:YYZZ:SLA ID:Interface ID.
[sunting] Unicast ISATAP Address
Alamat Unicast ISATAP adalah
sebuah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam sebuah Intranet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi. Alamat ini menggabungkan prefiks
alamat unicast link-local, alamat unicast site-local atau alamat unicast
global (yang dapat berupa prefiks alamat 6to4) yang berukuran 64-bit dengan
32-bit ISATAP Identifier (0000:5efe), lalu diikuti dengan 32-bit alamat IPv4
yang dimiliki oleh interface atau sebuah host. Prefiks yang
digunakan dalam alamat ini dinamakan dengan subnet prefix. Meski alamat
6to4 hanya dapat menangani alamat IPv4 publik saja, alamat ISATAP dapat
menangani alamat pribadi IPv4 dan alamat publik IPv4.
[sunting] Multicast Address
Alamat multicast IPv6 sama seperti halnya alamat multicast pada
IPv4. Paket-paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan disampaikan
terhadap semua interface yang dikenali oleh alamat tersebut. Prefiks alamat
yang digunakan oleh alamat multicast IPv6 adalah ff00::/8.
Field
|
Panjang
|
Keterangan
|
11111111
|
8 bit
|
Tanda
pengenal bahwa alamat ini adalah alamat multicast.
|
Flags
|
4 bit
|
Berfungsi
sebagai tanda pengenal apakah alamat ini adalah alamat transient atau bukan.
Jika nilainya 0, maka alamat ini bukan alamat transient, dan alamat ini
merujuk kepada alamat multicast yang ditetapkan secara permanen. Jika
nilainya 1, maka alamat ini adalah alamat transient.
|
Scope
|
4 bit
|
Berfungsi
untuk mengindikasikan cakupan lalu lintas multicast, seperti halnya interface-local,
link-local, site-local, organization-local atau global.
|
Group ID
|
112 bit
|
Berfungsi
sebagai tanda pengenal group multicast
|
[sunting] Anycast Address
Alamat Anycast dalam IPv6
mirip dengan alamat anycast dalam IPv4, tapi diimplementasikan dengan
cara yang lebih efisien dibandingkan dengan IPv4. Umumnya, alamat anycast
digunakan oleh Internet
Service Provider (ISP)
yang memiliki banyak klien. Meskipun alamat anycast menggunakan ruang
alamat unicast, tapi fungsinya berbeda daripada alamat unicast.
IPv6 menggunakan alamat anycast
untuk mengidentifikasikan beberapa interface yang berbeda. IPv6 akan
menyampaikan paket-paket yang dialamatkan ke sebuah alamat anycast ke interface
terdekat yang dikenali oleh alamat tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan
alamat multicast, yang menyampaikan paket ke banyak penerima, karena
alamat anycast akan menyampaikan paket kepada salah satu dari banyak
penerima.
- RFC 4291, IP Version 6
Addressing Architecture, Februari 2006.
- RFC 5952, A
Recommendation for IPv6 Address Text Representation, Agustus 2010.
- RFC 6052, IPv6 Addressing
of IPv4/IPv6 Translators, Oktober 2010.
-
·
Perbandingan Alamat IPv6 dan IPv4 adalah ==
tidak basah panas tidak basah panassss habibi habibi Tabel berikut menjelaskan
perbandingan karakteristik antara alamat IP versi 4 dan alamat IP versi 6.
Kriteria
|
|
|
Panjang
alamat
|
32 bit
|
128 bit
|
Jumlah
total host (teoritis)
|
232=±4
miliar host
|
2128
|
Menggunakan
kelas alamat
|
Ya, kelas A, B, C, D, dan E.
Belakangan tidak digunakan lagi, mengingat telah tidak relevan dengan
perkembangan jaringan Internet yang pesat.
|
Tidak
|
Alamat
multicast
|
|
Alamat multicast
IPv6, yaitu FF00:/8
|
Alamat broadcast
|
|
Tidak ada
|
Alamat
yang belum ditentukan
|
0.0.0.0
|
::
|
|
|
127.0.0.1
|
::1
|
Alamat IP
publik
|
|
Alamat
IPv6 unicast global
|
Alamat IP
pribadi
|
|
Alamat
IPv6 unicast site-local (FEC0::/48)
|
Konfigurasi
alamat otomatis
|
Ya (APIPA)
|
Alamat
IPv6 unicast link-local (FE80::/64)
|
Representasi
tekstual
|
Dotted
decimal format notation
|
Colon
hexadecimal format notation
|
Fungsi
Prefiks
|
|
Panjang
prefiks
|
|
|
A
Resource Record (Single
A)
|
AAAA
Resource Record (Quad
A)
|
7.Sistem Penamaan Domain
Dari
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sistem Penamaan Domain ; SNR (bahasa Inggris: (Domain Name System; DNS)
adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan
komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel
(email) untuk setiap domain. Menurut browser Google Chrome, DNS adalah layanan jaringan yang
menerjemahkan nama situs web menjadi alamat internet.
DNS menyediakan pelayanan yang
cukup penting untuk Internet, ketika perangkat keras komputer dan
jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti
pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama
domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat surel. Analogi yang umum digunakan untuk menjelaskan fungsinya
adalah DNS bisa dianggap seperti buku telepon internet dimana saat pengguna
mengetikkan www.indosat.net.id di peramban web maka pengguna akan diarahkan ke
alamat IP 124.81.92.144 (IPv4) dan 2001:e00:d:10:3:140::83 (IPv6).
[sunting] Sejarah
singkat DNS
Penggunaan nama sebagai
pengabstraksi alamat mesin di sebuah jaringan komputer yang lebih dikenal oleh
manusia mengalahkan TCP/IP, dan kembali ke zaman ARPAnet. Dahulu,
seluruh komputer di jaringan komputer menggunakan file HOSTS.TXT dari
SRI (sekarang SIR International), yang memetakan sebuah alamat ke sebuah nama
(secara teknis, file ini masih ada - sebagian besar sistem operasi modern
menggunakannya dengan baik secara baku maupun melalui cara konfigurasi, dapat
melihat Hosts file untuk menyamakan
sebuah nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum melakukan pencarian via DNS). Namun,
sistem tersebut di atas mewarisi beberapa keterbatasan yang mencolok dari sisi
prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer berubah, setiap sistem yang
hendak berhubungan dengan komputer tersebut harus melakukan update terhadap
file Hosts.
Dengan berkembangnya jaringan
komputer, membutuhkan sistem yang bisa dikembangkan: sebuah sistem yang bisa
mengganti alamat host hanya di satu tempat, host lain akan mempelajari perubaha
tersebut secara dinamis. Inilah DNS.
Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat
update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku
lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol
inti DNS.
[sunting] Teori
bekerja DNS
[sunting] Para Pemain Inti
Pengelola dari sistem DNS terdiri
dari tiga komponen:
- DNS resolver, sebuah program
klien yang berjalan di komputer pengguna, yang membuat permintaan DNS dari
program aplikasi.
- recursive DNS server, yang melakukan
pencarian melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari resolver,
dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut;
dan ...
- authoritative DNS
server yang memberikan jawaban terhadap permintaan dari recursor,
baik dalam bentuk sebuah jawaban, maupun dalam bentuk delegasi (misalkan:
mereferensikan ke authoritative DNS server lainnya)
[sunting] Pengertian
beberapa bagian dari nama domain
Sebuah nama domain biasanya terdiri dari dua bagian atau lebih
(secara teknis disebut label), dipisahkan dengan titik.
- Label paling kanan
menyatakan top-level
domain - domain tingkat atas/tinggi (misalkan, alamat www.wikipedia.org memiliki top-level
domain org).
- Setiap label di
sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi atau subdomain dari
domain yang lebih tinggi. Catatan: "subdomain" menyatakan
ketergantungan relatif, bukan absolut. Contoh: wikipedia.org merupakan subdomain dari
domain org, dan id.wikipedia.org dapat membentuk
subdomain dari domain wikipedia.org (pada praktiknya, id.wikipedia.org sesungguhnya
mewakili sebuah nama host - lihat dibawah). Secara teori, pembagian
seperti ini dapat mencapai kedalaman 127 level, dan setiap label dapat
terbentuk sampai dengan 63 karakter, selama total nama domain tidak
melebihi panjang 255 karakter. Tetapi secara praktik, beberapa pendaftar nama domain (domain name
registry) memiliki batas yang lebih sedikit.
- Terakhir, bagian
paling kiri dari bagian nama domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa
dari nama domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis untuk
informasi yang dibutuhkan; nama host adalah tujuan sebenarnya dari nama
sistem yang dicari alamat IP-nya. Contoh: nama domain www.wikipedia.org memiliki nama host
"www".
DNS memiliki kumpulan hierarki
dari DNS servers. Setiap domain atau subdomain memiliki satu atau lebih authoritative
DNS Servers (server DNS otorisatif) yang mempublikasikan informasi tentang
domain tersebut dan nama-nama server dari setiap domain
di-"bawah"-nya. Pada puncak hirarki, terdapat root servers- induk server nama: server yang ditanyakan ketika
mencari (menyelesaikan/resolving) dari sebuah nama domain
tertinggi (top-level domain).
[sunting] Sebuah contoh dari teori rekursif DNS
Sebuah contoh mungkin dapat
memperjelas proses ini. Andaikan ada aplikasi yang memerlukan pencarian alamat
IP dari www.wikipedia.org. Aplikasi tersebut bertanya ke DNS recursor
lokal.
- Sebelum dimulai, recursor
harus mengetahui dimana dapat menemukan root nameserver;
administrator dari recursive DNS server secara manual mengatur (dan
melakukan update secara berkala) sebuah file dengan nama root hints zone (panduan akar DNS) yang
menyatakan alamat-alamt IP dari para server tersebut.
- Proses dimulai oleh recursor
yang bertanya kepada para root server tersebut - misalkan: server
dengan alamat IP "198.41.0.4" - pertanyaan "apakah alamat
IP dari www.wikipedia.org?"
- Root server menjawab dengan
sebuah delegasi, arti kasarnya: "Saya tidak tahu alamat IP
dari www.wikipedia.org, tapi saya
"tahu" bahwa server DNS di 204.74.112.1 memiliki informasi
tentang domain org."
- Recursor DNS lokal kemudian
bertanya kepada server DNS (yaitu: 204.74.112.1) pertanyaan yang sama
seperti yang diberikan kepada root server. "apa alamat IP dari
www.wikipedia.org?". (umumnya)
akan didapatkan jawaban yang sejenis, "saya tidak tahu alamat dari www.wikipedia.org, tapi saya
"tahu" bahwa server 207.142.131.234 memiliki informasi dari
domain wikipedia.org."
- Akhirnya, pertanyaan
beralih kepada server DNS ketiga (207.142.131.234), yang menjawab dengan
alamat IP yang dibutuhkan.
Proses ini menggunakan pencarian rekursif (recursion / recursive searching).
[sunting] Pengertian
pendaftaran domain dan glue records
Membaca contoh di atas, Anda
mungkin bertanya: "bagaimana caranya DNS server 204.74.112.1 tahu alamat
IP mana yang diberikan untuk domain wikipedia.org?" Pada awal proses, kita mencatat
bahwa sebuah DNS recursor memiliki alamat IP dari para root server
yang (kurang-lebih) didata secara explisit (hard coded). Mirip dengan
hal tersebut, server nama (name server) yang otoritatif untuk top-level
domain mengalami perubahan yang jarang.
Namun, server nama yang
memberikan jawaban otorisatif bagi nama domain yang umum mengalami perubahan
yang cukup sering. Sebagai bagian dari proses pendaftaran sebuah nama domain
(dan beberapa waktu sesudahnya), pendaftar memberikan pendaftaran dengan server
nama yang akan mengotorisasikan nama domain tersebut; maka ketika mendaftar wikipedia.org,
domain tersebut terhubung dengan server nama gunther.bomis.com
dan zwinger.wikipedia.org di pendaftar .org. Kemudian, dari contoh di atas,
ketika server dikenali sebagai 204.74.112.1 menerima sebuah permintaan, DNS
server memindai daftar domain yang ada, mencari wikipedia.org, dan
mengembalikan server nama yang terhubung dengan domain tersebut.
Biasanya, server nama muncul
berdasarkan urutan nama, selain berdasarkan alamat IP. Hal ini menimbulkan string
lain dari permintaan DNS untuk menyelesaikan nama dari server nama; ketika
sebuah alamat IP dari server nama mendapatkan sebuah pendaftaran di zona induk,
para programmer jaringan komputer menamakannya sebuah glue record.
[sunting] DNS
dalam praktik
Ketika sebuah aplikasi (misalkan web
broswer), hendak mencari alamat IP dari sebuah nama domain, aplikasi tersebut
tidak harus mengikuti seluruh langkah yang disebutkan dalam teori di
atas. Kita akan melihat dulu konsep caching, lalu mengartikan operasi
DNS di "dunia nyata".
[sunting] Caching dan
masa hidup (caching and time to live)
Karena jumlah permintaan yang
besar dari sistem seperti DNS, perancang DNS menginginkan penyediaan mekanisme
yang bisa mengurangi beban dari masing-masing server DNS. Rencana mekanisnya
menyarankan bahwa ketika sebuah DNS resolver (klien) menerima sebuah
jawaban DNS, informasi tersebut akan di cache untuk jangka waktu tertentu. Sebuah nilai (yang
di-set oleh administrator dari server DNS yang memberikan jawaban) menyebutnya
sebagai time to live (masa hidup), atau TTL yang mendefinisikan periode tersebut. Saat jawaban masuk ke dalam cache,
resolver akan mengacu kepada jawaban yang disimpan di cache
tersebut; hanya ketika TTL usai (atau saat administrator mengosongkan jawaban
dari memori resolver secara manual) maka resolver menghubungi
server DNS untuk informasi yang sama.
[sunting] Waktu propagasi (propagation time)
Satu akibat penting dari
arsitektur tersebar dan cache adalah perubahan kepada suatu DNS
terkadang efektif secara langsung dalam skala besar/global. Contoh berikut
mungkin akan menjelaskannya: Jika seorang administrator telah mengatur TTL selama 6 jam untuk
host www.wikipedia.org, kemudian mengganti alamat IP dari www.wikipedia.org
pada pk 12:01, administrator harus mempertimbangkan bahwa ada (paling tidak)
satu individu yang menyimpan cache jawaban dengan nilai lama pada pk
12:00 yang tidak akan menghubungi server DNS sampai dengan pk 18:00. Periode
antara pk 12:00 dan pk 18:00 dalam contoh ini disebut sebagai waktu
propagasi (propagation time), yang bisa didefiniskan sebagai periode
waktu yang berawal antara saat terjadi perubahan dari data DNS, dan berakhir
sesudah waktu maksimum yang telah ditentukan oleh TTL berlalu. Ini akan
mengarahkan kepada pertimbangan logis yang penting ketika membuat perubahan
kepada DNS: tidak semua akan melihat hal yang sama seperti yang Anda lihat.
RFC1537 dapat membantu
penjelasan ini.
[sunting] DNS di dunia nyata
Di dunia nyata, user tidak
berhadapan langsung dengan DNS resolver - mereka berhadapan dengan
program seperti web brower (Mozilla Firefox, Safari, Opera, Internet Explorer, Netscape, Konqueror dan lain-lain dan klien mail (Outlook Express, Mozilla
Thunderbird dan
lain-lain). Ketika user melakukan aktivitas yang meminta pencarian DNS (umumnya,
nyaris semua aktivitas yang menggunakan Internet), program tersebut mengirimkan
permintaan ke DNS Resolver yang ada di dalam sistem operasi.
DNS resolver akan selalu memiliki cache (lihat
di atas) yang memiliki isi pencarian terakhir. Jika cache dapat
memberikan jawaban kepada permintaan DNS, resolver akan menggunakan
nilai yang ada di dalam cache kepada program yang memerlukan. Kalau cache
tidak memiliki jawabannya, resolver akan mengirimkan permintaan ke
server DNS tertentu. Untuk kebanyakan pengguna di rumah, Internet
Service Provider(ISP)
yang menghubungkan komputer tersebut biasanya akan menyediakan server DNS:
pengguna tersebut akan mendata alamat server secara manual atau menggunakan DHCP untuk melakukan
pendataan tersebut. Namun jika administrator sistem / pengguna telah
mengkonfigurasi sistem untuk menggunakan server DNS selain yang diberikan
secara default oleh ISP misalnya seperti Google Public DNS ataupun OpenDNS[1], maka DNS resolver akan mengacu ke DNS
server yang sudah ditentukan. Server nama ini akan mengikuti proses yang
disebutkan di Teori DNS, baik mereka menemukan jawabannya maupun tidak.
Hasil pencarian akan diberikan kepada DNS resolver; diasumsikan telah
ditemukan jawaban, resolver akan menyimpan hasilnya di cache
untuk penggunaan berikutnya, dan memberikan hasilnya kepada software yang
meminta pencarian DNS tersebut.
Sebagai bagian akhir dari
kerumitan ini, beberapa aplikasi seperti web browser juga memiliki DNS cache
mereka sendiri, tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan referensi DNS
resolver, yang akan meningkatkan kesulitan untuk melakukan debug DNS, yang menimbulkan kerancuan data yang lebih
akurat. Cache seperti ini umumnya memiliki masa yang singkat dalam
hitungan 1 menit.
[sunting] Penerapan DNS lainnya
Sistem yang dijabarkan di atas
memberikan skenario yang disederhanakan. DNS meliputi beberapa fungsi lainnya:
- Nama host dan alamat
IP tidak berarti terhubung secara satu-banding-satu. Banyak nama host yang
diwakili melalui alamat IP tunggal: gabungan dengan pengasuhan maya (virtual hosting), hal ini memungkinkan
satu komputer untuk malayani beberapa situs web. Selain itu, sebuah nama
host dapat mewakili beberapa alamat IP: ini akan membantu toleransi
kesalahan (fault tolerance dan penyebaran
beban (load distribution), juga membantu suatu situs berpindah dari
satu lokasi fisik ke lokasi fisik lainnya secara mudah.
- Ada cukup banyak
kegunaan DNS selain menerjemahkan nama ke alamat IP. Contoh:, agen
pemindahan surat Mail
transfer agents(MTA) menggunakan DNS untuk mencari tujuan pengiriman E-mail untuk alamat
tertentu. Domain yang menginformasikan pemetaan exchange disediakan
melalui rekod MX (MX record) yang meningkatkan lapisan
tambahan untuk toleransi kesalahan dan penyebaran beban selain dari fungsi
pemetaan nama ke alamat IP.
- Kerangka Peraturan
Pengiriman (Sender Policy Framework) secara kontroversi
menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai rekod TXT.
- Menyediakan
keluwesan untuk kegagalan komputer, beberapa server DNS memberikan
perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya, tigabelas server akar (root
servers) digunakan oleh seluruh dunia. Program DNS maupun sistem
operasi memiliki alamat IP dari seluruh server ini. Amerika Serikat
memiliki, secara angka, semua kecuali tiga dari server akar tersebut.
Namun, dikarenakan banyak server akar menerapkan anycast, yang memungkinkan beberapa komputer yang berbeda
dapat berbagi alamat IP yang sama untuk mengirimkan satu jenis services
melalui area geografis yang luas, banyak server yang secara fisik (bukan
sekedar angka) terletak di luar Amerika Serikat.
DNS menggunakan TCP dan UDP di port komputer 53
untuk melayani permintaan DNS. Nyaris semua permintaan DNS berisi permintaan
UDP tunggal dari klien yang dikuti oleh jawaban UDP tunggal dari server. Umumnya
TCP ikut terlibat hanya ketika ukuran data jawaban melebihi 512 byte, atau
untuk pertukaaran zona DNS zone transfer
[sunting] Jenis-jenis
catatan DNS
Beberapa kelompok penting dari
data yang disimpan di dalam DNS adalah sebagai berikut:
- A record atau catatan
alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk IPv4).
- AAAA record atau catatan
alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit (untuk IPv6).
- CNAME record atau catatan
nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-alias-kan
memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS seperti aslinya.
- [MX record]]' atau
catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain
tersebut.
- PTR record atau catatan
penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host
tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah nama host di dalam domain in-addr.arpa yang mewakili
sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat
tersebut. Contohnya (saat penulisan / penerjemahan artikel ini), www.icann.net memiliki alamat IP
192.0.34.164, tetapi sebuah rekod PTR memetakan
,,164.34.0.192.in-addr.arpa ke nama kanoniknya: referrals.icann.org.
- NS record atau catatan
server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari
server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan bergantung kepada rekod NS.
- SOA record atau catatan
otoritas awal (Start of Authority) mengacu server DNS yang
mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet.
- SRV record adalah catatan
lokasi secara umum.
- Catatan TXT
mengijinkan administrator untuk memasukan data acak ke dalam catatan DNS;
catatan ini juga digunakan di spesifikasi Sender Policy Framework.
Jenis catatan lainnya semata-mata
untuk penyediaan informasi (contohnya, catatan LOC memberikan letak lokasi
fisik dari sebuah host, atau data ujicoba (misalkan, catatan WKS
memberikan sebuah daftar dari server yang memberikan servis yang dikenal (well-known
service) seperti HTTP atau POP3 untuk sebuah domain.
[sunting] Nama
domain yang diinternasionalkan
Nama domain harus menggunakan
satu sub-kumpulan dari karakter ASCII, hal ini mencegah beberapa bahasa untuk menggunakan nama maupun kata lokal
mereka. ICANN
telah menyetujui Punycode yang
berbasiskan sistem IDNA, yang memetakan string Unicode ke karakter set yang valid untuk DNS, sebagai bentuk penyelesaian untuk
masalah ini, dan beberapa registries sudah mengadopsi metode IDNS ini.
[sunting] Perangkat
lunak DNS
Beberapa jenis perangkat lunak yang menerapkan metode DNS, di antaranya:
Utiliti berorientasi DNS
termasuk:
- dig (domain information
groper)
[sunting] Pengguna
legal dari domain
[sunting] Pendaftar (registrant)
Tidak satupun individu di dunia
yang "memiliki" nama domain kecuali Network Information Centre (NIC), atau pendaftar nama domain (domain name registry). Sebagian besar dari NIC di dunia menerima biaya
tahunan dari para pengguna legal dengan tujuan bagi si pengguna legal
menggunakan nama domain tersebut. Jadi sejenis perjanjian sewa-menyewa terjadi,
bergantung kepada syarat dan ketentuan pendaftar. Bergantung kepada beberpa
peraturan penamaan dari para pendaftar, pengguna legal dikenal sebagai
"pendaftar" (registrants) atau sebagai "pemegang
domain" (domain holders)
ICANN memegang daftar lengkap
untuk pendaftar domain di seluruh dunia. Siapapun dapat menemukan pengguna
legal dari sebuah domain dengan mencari melalui basis data WHOIS yang disimpan
oleh beberpa pendaftar domain.
Di (lebih kurang) 240 country code top-level domains (ccTLDs), pendaftar domain memegang
sebuah acuan WHOIS (pendaftar dan nama server). Contohnya, IDNIC, NIC Indonesia,
memegang informasi otorisatif WHOIS untuk nama domain .ID.
Namun, beberapa pendaftar domain,
seperti VeriSign, menggunakan
model pendaftar-pengguna. Untuk nama domain .COM dan .NET, pendaftar domain,
VeriSign memegang informasi dasar WHOIS )pemegang domain dan server nama).
Siapapun dapat mencari detail WHOIS (Pemegang
domain, server nama, tanggal berlaku, dan lain sebagainya) melalui pendaftar.
Sejak sekitar 2001, kebanyakan
pendaftar gTLD (.ORG, .BIZ,
.INFO) telah mengadopsi metode pendaftar "tebal", menyimpan
otoritatif WHOIS di beberapa
pendaftar dan bukan pendaftar itu saja.
[sunting] Kontak Administratif
(Administrative Contact)
Satu pemegang domain biasanya
menunjuk kontak administratif untuk menangani nama domain. Fungsi manajemen
didelegasikan ke kontak administratif yang mencakup (diantaranya):
- keharusan untuk
mengikuti syarat dari pendaftar domain dengan tujuan memiliki hak untuk
menggunakan nama domain
- otorisasi untuk
melakukan pemutakhiran ke alamat fisik, alamat surel dan nomor telepon
dan lain sebagainya via WHOIS
[sunting] Kontak Teknis (Technical Contact)
Satu kontak teknis menangani
server nama dari sebuah nama domain. Beberapa dari banyak fungsi kontak teknis
termasuk:
- memastikan bahwa
konfigurasi dari nama domain mengikuti syarat dari pendaftar domain
- pemutakhiran zona
domain
- menyediakan fungsi
24x7 untuk ke server nama (yang membuat nama domain bisa diakses)
[sunting] Kontak Pembayaran (Billing Contact)
Tidak perlu dijelaskan, pihak ini
adalah yang menerima tagihan dari NIC.
[sunting] Server Nama (Name Servers)
Disebut sebagai server nama
otoritatif yang mengasuh zona nama domain dari sebuah nama domain.
Banyak penyelidikan telah
menyuarakan kritik dari metode yang digunakan sekarang untuk mengatur
kepemilikan domain. Umumnya, kritik mengklaim penyalahgunaan dengan monopoli,
seperti VeriSign Inc dan
masalah-masalah dengan penunjukkan dari top-level domain (TLD). Lembaga international ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) memelihara
industri nama domain.
Protokol Konfigurasi Hos Dinamik (PKHD) (
bahasa
Inggris:
Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol
yang berbasis arsitektur
client/server yang dipakai untuk memudahkan
pengalokasian
alamat
IP dalam satu
jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak
menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua
komputer secara
manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua
komputer yang
tersambung di jaringan akan mendapatkan
alamat IP
secara otomatis dari
server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang
dapat diberikan oleh DHCP, seperti
default gateway dan
DNS server.
DHCP didefinisikan dalam
RFC
2131 dan
RFC 2132 yang
dipublikasikan oleh
Internet
Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol
Bootstrap Protocol (BOOTP).
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur
client/server,
maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni
DHCP Server dan
DHCP
Client.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk
didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai
DHCP Pool. Setiap
klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang
ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan
alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk
memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan"
alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
- DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk
mencari DHCP Server yang aktif.
- DHCPOFFER:
Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server
kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
- DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah
satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang
bersangkutan.
- DHCPACK:
DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment.
Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP
lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien
selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan
karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi
jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat.
Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada
DHCP server
yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan
alamat (
address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat
stand-alone,
sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data
alamat IP dalam sebuah
DHCP Server tidak akan direplikasi ke
DHCP
server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua
DHCP
server tersebut berbenturan, karena
protokol IP
tidak mengizinkan dua
host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat
menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap
dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.
DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada
DHCP
client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang
administrator
dengan menggunakan peralatan konfigurasi
DHCP server. Biasanya, sebuah
alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP
Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan
alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam
DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari
DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering
terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi
DHCP
Scope.
DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan
kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan
sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa
peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan
DHCP
Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan
Microsoft Management Console [MMC]).
DHCP
Lease juga sering disebut sebagai
Reservation.
[sunting]
DHCP Options
DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh
DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server,
server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat
subnet
jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar
memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh
seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien,
DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.
Dalam jaringan berbasis
Windows NT, terdapat beberapa DHCP Option yang sering
digunakan, yang dapat disusun dalam tabel berikut.
Nomor DHCP Option
|
Nama DHCP Option
|
Apa yang dikonfigurasikannya
|
003
|
|
Mengonfigurasikan
gateway baku dalam konfigurasi alamat IP. Default gateway
merujuk kepada alamat router.
|
006
|
|
|
015
|
DNS Domain
Name
|
Mengonfigurasikan
alamat IP untuk DNS server yang menjadi "induk" dari DNS Server
yang bersangkutan.
|
044
|
|
Mengonfigurasikan
alamat IP dari WINS
Server
|
046
|
|
|
047
|
|
Membatasi
klien-klien NetBIOS agar hanya dapat berkomunikasi dengan klien lainnya yang
memiliki alamat DHCP Scope yang sama.
|